Edukasi dan Peran Keluarga Jadi Kunci Tekan Kasus Bullying di Sekolah

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM — Upaya menekan kasus perundungan di lingkungan pendidikan tidak cukup hanya dengan aturan, tetapi membutuhkan penguatan edukasi dan keterlibatan keluarga. Hal ini ditegaskan dalam peringatan Hari Anti Bullying Sedunia 2026 yang digelar Sekolah Yehonala melalui rangkaian kegiatan lintas jenjang pendidikan.

Kegiatan tersebut melibatkan siswa, orang tua, hingga instansi terkait seperti kepolisian dan lembaga perlindungan perempuan dan anak. Sekolah menegaskan komitmennya untuk tidak mentolerir segala bentuk bullying serta memastikan setiap penanganan dilakukan secara objektif dan bertanggung jawab.

Edukasi kepada siswa dilakukan sejak dini melalui pendekatan interaktif, termasuk penyuluhan bagi siswa SD oleh Satbinmas Polresta Barelang yang menanamkan nilai saling menghargai. Sementara itu, orang tua juga dilibatkan melalui seminar bersama BPMP Kepulauan Riau guna memperkuat peran keluarga dalam pencegahan bullying.

Pada jenjang SMP hingga SMA/SMK, siswa tidak hanya mendapatkan penyuluhan tetapi juga diminta menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk deklarasi anti-perundungan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif di lingkungan sekolah.

Psikolog Cevy Amelia menekankan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas bersama. “Setiap anak berhak merasa aman, nyaman, didengar, dan dilindungi. Pencegahan bullying harus dimulai dari kesadaran bersama—baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun pergaulan sehari-hari,” ujarnya.

Trainer BPMP Kepulauan Riau Anggi Heru M. menambahkan, komitmen terhadap penanganan kasus juga menjadi hal penting. “Kami tidak mentolerir segala bentuk perundungan, dan berkomitmen untuk memastikan setiap proses penanganan dan pendampingan dilakukan secara tepat, objektif, serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi siswa,” katanya.

Melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan berbagai pihak, upaya pencegahan bullying diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |