INFO TEMPO - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Tempo Inti Media Impresario menggelar festival seni dan kreativitas anak bertajuk Colour of Indonesia: Cita Anak Bangsa dalam Warna Kemerdekaan, yang digelar di Habitat Park, SCBD, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Festival menghadirkan lomba menggambar dan melukis, pertunjukan seni, sesi edukasi, serta berbagai aktivitas interaktif yang melibatkan anak, keluarga, dan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara ingin menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengembangkan bakat melalui seni.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pembukaan acara ditandai dengan kegiatan melukis bersama oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani, Direktur PT Tempo Inti Media Impresario Ali Nur Yasin, Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana Cahaya Manthovani, dan Government Relations MIND ID Sulyani Fitri. Kegiatan itu menjadi simbol dukungan terhadap pengembangan kreativitas anak serta ruang berekspresi yang inklusif.
Direktur PT Tempo Inti Media Impresario, Ali Nur Yasin mengatakan Colour of Indonesia dirancang bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang edukasi, apresiasi, dan kolaborasi bagi anak-anak Indonesia.
"Hari ini bukan sekadar perlombaan menggambar dan melukis, melainkan juga ruang bagi anak-anak Indonesia untuk mengekspresikan mimpi, harapan, semangat, dan kecintaan mereka kepada Indonesia melalui karya seni," kata Ali.
Menurutnya, penyelenggaraan festival tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan semangat berkarya sejak dini. Ia menilai kolaborasi pemerintah, badan usaha milik negara, dunia usaha, media, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadirkan ruang tumbuh yang positif bagi generasi muda.
Peserta penyanyi dalam festival Colour of Indonesia: Cita Anak Bangsa dalam Warna Kemerdekaan di Habitat Park, SCBD, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026. Dok. MIND ID
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Government Relations MIND ID Sulyani Fitri. Menurut dia, festival seni menjadi sarana bagi anak-anak, termasuk penyandang disabilitas, untuk menunjukkan potensi dan kemampuan mereka.
"Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat. Selain menggali bakat anak melalui lukisan, kegiatan ini juga mengajak adik-adik disabilitas untuk mengekspresikan bakatnya," ujar Sulyani.
Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, menilai bahwa festival seni dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya kepada generasi muda. Menurut dia, seni dan budaya merupakan media penting bagi anak-anak untuk mengenal jati diri sekaligus membangun kepercayaan diri.
"Karena itu kami terus menghadirkan ruang agar anak-anak Indonesia bisa mengenal, mencintai, dan menghidupkan kembali budaya bangsanya," kata Cahaya.
Untuk diketahui, kompetisi dalam festival dibagi menjadi dua kategori, yakni lomba menggambar untuk peserta usia 8–12 tahun serta lomba melukis bagi peserta usia 13–16 tahun, baik kategori umum maupun difabel. Para pemenang memperoleh uang apresiasi, piagam penghargaan, dan sertifikat.
Sebanyak 103 peserta dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut, panitia menetapkan 29 finalis, yang terdiri atas 10 finalis kategori menggambar, 10 finalis kategori melukis umum, dan sembilan finalis kategori melukis difabel.
Penilaian dilakukan oleh kartunis senior Tempo Imam Yuni, desainer dan ilustrator Tempo Kendra Paramitha, serta seniman mural sekaligus dosen Institut Kesenian Jakarta Guntur Wibowo.
Finalis lomba melukis dalam festival Colour of Indonesia: Cita Anak Bangsa dalam Warna Kemerdekaan di Habitat Park, SCBD, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026. Dok. MIND ID
Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani mengapresiasi kualitas karya para peserta. Menurut dia, karya anak-anak, baik disabilitas maupun nondisabilitas, menunjukkan kreativitas yang tinggi dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi karya bernilai ekonomi.
"Baik anak-anak yang disabilitas maupun nondisabilitas, idenya sama-sama luar biasa. Hasil karyanya di luar dugaan. Ini sebenarnya bisa dimonetisasi karena hasil karya ini bisa dijual," kata Reda.
Melalui penyelenggaraan Colour of Indonesia, PT Tempo Inti Media Impresario berharap festival seni dapat menjadi agenda yang terus berlanjut sebagai ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkarya, mengenal potensi diri, serta memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda. (*)
#MindId #HariAnakNasional #KejaksaanAgung #Melukis #Difabel















































