AS Mau Operasi Darat, Larijani: Kami Tunggu!

1 hour ago 2

Tentara Iran berparade saat perayaan Hari Tentara tahunan, di pangkalan militer di Teheran, Iran, 17 April 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Rencana pengerahan pasukan darat Amerika Serikat ke Iran mulai muncul. Terkait hal ini, Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, justru menantang AS melakukan hal tersebut.

Ia menanggapi beberapa laporan yang menunjukkan keterbukaan AS terhadap invasi darat terbatas dengan mengklaim negaranya sudah lebih dari siap. 

"Beberapa pejabat Amerika telah menyatakan bahwa mereka bermaksud memasuki wilayah Iran dengan membawa beberapa ribu tentara. Putra-putra Imam Khomeini dan Imam Khamenei yang gagah berani sedang menunggu Anda, siap mempermalukan para pejabat Amerika yang korup dengan membunuh dan menangkap ribuan orang," tulisnya dalam postingan di X. 

“Tanah suci Iran bukanlah tempat bagi para pelayan neraka,” ia menambahkan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengatakan Teheran siap menghadapi kemungkinan invasi darat AS dan tidak berniat melakukan gencatan senjata atau negosiasi dengan Washington.

Dalam wawancara dengan NBC News, Araghchi mengatakan militer Iran telah bersiap menghadapi skenario apa pun dan memperingatkan bahwa invasi Amerika akan berakhir buruk bagi pasukan AS.

Dalam wawancaranya dengan The New York Post pada hari Senin, Trump membiarkan pintu terbuka bagi kedatangan pasukan darat sambil menyatakan keyakinannya pada kampanye udara saat ini, yang dijuluki “Operasi Epic Fury”. 

“Saya tidak keberatan dengan tindakan yang dilakukan di lapangan – seperti yang dikatakan setiap presiden, ‘Tidak akan ada tindakan di lapangan.’ Saya tidak mengatakan hal yang sama,” kata Trump setelah serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan puluhan pejabat lainnya. “Saya katakan ‘mungkin tidak membutuhkannya’, [atau] ‘jika diperlukan’.”

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |