Iran Sebut Serangannya Tewaskan 500 Tentara AS, Pentagon Bilang Hanya Enam yang Terbunuh

2 hours ago 2

Kebakaran di lokasi kejadian setelah sebuah bangunan dihantam rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 28 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan, serangkaian serangan udara yang diluncurkan negaranya ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah telah membunuh lebih dari 500 tentara AS. Larijani telah menyatakan Iran siap terlibat perang jangka panjang dengan AS. 

Dalam sebuah unggahan di akun X resminya pada Rabu (4/3/2026), Larijani mengatakan bahwa Trump, yang sudah terpengaruh kekonyolan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, telah menyeret rakyat Amerika ke dalam perang yang tak adil dengan Iran. "Sekarang dia harus menghitung — dengan lebih dari 500 tentara Amerika tewas hanya dalam beberapa hari terakhir, apakah Amerika masih diutamakan — atau Israel," tulis Larijani. 

Dia menegaskan perlawanan Iran atas dibunuhnya Ayatollah Ali Khamenei akan terus berlanjut. "Kisah ini berlanjut. Kemartiran Imam Khamenei akan menuntut harga yang mahal dari kalian. Insya Allah," ujarnya. 

Sejauh ini Pentagon mengumumkan hanya enam tentara AS tewas sejak Iran memulai serangan udaranya pada Sabtu (28/2/2026). Sebanyak empat di antaranya terbunuh di Kuwait. 

AS dan Israel melancarkan serangan udara gabungan ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran, pada Sabtu pekan lalu. Selain beberapa pejabat tinggi pertahanan Iran, serangan tersebut turut membunuh Ayatollah Ali Khamenei. 

Menurut perkiraaan Pemerintah Iran, hampir 1.050 warga mereka telah terbunuh selama empat hari pertempuran yang dimulai sejak Sabtu pekan lalu. Korban jiwa termasuk 165 siswi di Minab yang sekolahnya terhantam serangan udara AS-Israel. 

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan, negaranya siap terlibat dalam perang jangka panjang. Pernyataan tersebut dia tujukan langsung kepada AS. 

"Iran, tidak seperti Amerika Serikat, telah mempersiapkan diri untuk perang jangka panjang," tulis Larijani lewat akun X pribadinya, Senin (2/3/2026). 

Dia menekankan, negaranya tak memulai perang yang kini tengah berlangsung. Oleh sebab itu Iran siap membela diri dengan sengit apapun konsekuensinya. "(Iran) akan membuat musuh-musuhnya menyesal atas miskalkulasi mereka," ujar Larijani. (Kamran Dikarma)

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |