REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Syngenta Indonesia meluncurkan tiga buku pintar budidaya hortikultura untuk komoditas bawang merah, cabai, dan tomat guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Peluncuran berlangsung di Kabupaten Soreang, Jawa Barat, pada 2 Maret dan dihadiri lebih dari 100 petani bersama pemangku kepentingan sektor pertanian.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan pasokan pangan, terutama pada komoditas hortikultura yang kerap mengalami fluktuasi harga. Tiga buku tersebut berjudul 'Bawang Merah Unggul, Panen Optimal, Hasil Maksimal', 'Cabai Sehat Berseri, Panen Melimpah, Untung Berlimpah', dan 'Tomat Kilau Alami, Tanaman Sehat, Hasil Berlipat'.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai panduan praktis budidaya dapat membantu petani meningkatkan kemampuan teknis di lapangan.
“Tidak ada kata tamat untuk belajar, termasuk dalam hal budidaya tanaman. Kami sangat mengapresiasi upaya Syngenta membuat buku pintar yang dapat membantu petani membudidayakan komoditas hortikultura dengan baik,” kata Rahmat, dikutip Jumat (6/3/2026).
Buku pintar tersebut dibagikan gratis bagi petani sayuran dan masyarakat yang ingin mempelajari teknik budidaya hortikultura. Materinya disusun menggunakan bahasa sehari-hari dan dilengkapi foto berwarna untuk mempermudah proses belajar.
Rahmat menilai peningkatan produktivitas menjadi kunci dalam memperbaiki kesejahteraan petani. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta juga dinilai dapat mempercepat transfer pengetahuan kepada petani di berbagai daerah.
“Pemerintah dan Syngenta memiliki tujuan yang sama, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas,” ujarnya.
Marketing Head Syngenta Indonesia Suhendro menyampaikan peluncuran buku pintar ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan sektor pertanian nasional. Panduan praktis tersebut dirancang untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan budidaya tanaman hortikultura.
Ia menjelaskan peningkatan kualitas dan produktivitas hasil panen diharapkan memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Syngenta juga berencana memperluas peluncuran buku pintar tersebut ke berbagai sentra produksi sayuran di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.
Business Planning & Commercial Excellence Manager Syngenta Indonesia Narendra Widyanto menjelaskan penyusunan buku tersebut menggabungkan pengalaman petani dengan pendekatan teknis yang dikembangkan perusahaan.
“Buku pintar ini disusun berdasarkan masukan dari petani dan ilmu teknis yang diterapkan oleh Syngenta. Kontennya tidak hanya mencakup teknologi Syngenta, tetapi juga informasi tentang hama dan penyakit beserta solusinya, inovasi pertanian berkelanjutan, hingga aspek keselamatan bertani,” jelas Narendra.
Ia menambahkan buku panduan tersebut tersedia dalam format cetak dan versi digital melalui aplikasi Cropwise Syngenta. Kehadiran versi digital diharapkan memudahkan petani mengakses informasi budidaya kapan saja.
Peluncuran buku pintar juga dirangkai dengan talkshow bertema 'Sinergi 3 Pilar – Pemerintah, Syngenta, dan Pelaku Usaha Tani dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Hasil Panen Nusantara'. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Rahmat Hidayat, Ketua Asosiasi BioAgroinput Indonesia sekaligus Ketua Bidang Pupuk DPN HKTI Gunawan Sutio, Ketua High Spender (HSP) Priangan-Bandung Dede Koswara, Product Manager–Portfolio Head Syngenta Indonesia Tey Huy Xiang, serta Technical Market Development Syngenta Indonesia Ali Zarkasi.
Melalui edukasi dan panduan praktis tersebut, Syngenta berupaya memperkuat pengetahuan serta keterampilan petani dalam mengelola budidaya hortikultura. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mendorong pertanian nasional berkembang lebih maju dan berkelanjutan.

11 hours ago
4
















































